Animasi & Desain Grafis
A.Pengertian Animasi
D. Prinsip-Prinsip
Animasi
1. Kemampuan Menggambar (solid drawing)
2. Menekan dan Melentur (Squash and Stretch)
3.
Antisipasi (Anticipation)
4.
Tata Gerak (Staging)
5.
Straight Ahead and Pose to Pose
6.
Gerakan Mengikuti
7.
Slow In and Slow Out
8.
Konstruksi Lengkung (Archs)
9.
Penentuan Waktu (Timing)
10. Gerakan Pendukung (Secondary Action)
11.
Melebihkan (Exaggeration)
12.
Daya Tarik (Appeal)
E .Jenis-Jenis Animasi
1. Animasi Berdasarkan Bentuk Karakter
a. Stop
Motion Animation/ Claymation

b. Animasi 2 Dimensi (2D)

c. Animasi 3 Dimensi (3D)

d. Animasi Jepang (Anime)
2. Animasi Berdasarkan Teknik
Pembuatannya
a. Animasi Cell
b. Animasi Frame
c. Animasi Sprite
d. Animasi Path
e. Animasi Vektor
f. Animasi Spline
g. Animasi Karakter
Animasi
merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga
penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan.
Secara umum ilusi gerakan merupakan perubahan yang dideteksi secara visual oleh
mata penonton sehingga tidak harus perubahan yang terjadi merupakan perubahan
posisi sebagai makna dari istilah gerakan. Perubahan seperti perubahan warna
pun dapat dikatakan sebuah animasi.
Dalam setiap Animasi terdapat karakter. Karakter adalah orang, hewan
maupun objek nyata lainnya yang dituangkan dalam bentuk gambar 2D maupun 3D.
sehingga karakter animasi secara dapat diartikan sebagai gambar yang memuat
objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah
beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan,
bentuk benda, warna dan spesial efek.
Animasi
merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga
penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan.
Animasi pertama kali dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun 1756. Pada abad ke
17 sampai 19, peralatan-peralatan animasi sederhana telah ditemukan
sebelum munculnya proyektor film. Animasi memiliki beberapa jenis, yaitu :
Animasi cel, Animasi Frame, Animasi Sprite, Animasi Path, Animasi Spline,
Animasi Vektor, Animasi Clay, Animasi Karakter.
Animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam
berbagai kegiatan baik untuk kegiatan yang bersifat santai maupun serius, dari
mulai fungsi yang utama sampai fungsi tambahan atau hiasan.
B.Sejarah Animasi
Animasi adalah gambar bergerak
yang dibuat dengan cara merekam gambar-gambar diam, kemudian rekaman
gambar-gambar tersebut diputar ulang dengan berurutan sehingga terlihat tidak
lagi sebagai masing-masing gambar terpisah, tetapi sebagai sebuah kesatuan yang
menghasilkan ilusi pergerakan yang tidak terputus. Manusia pada zaman dahulu
kala sudah pernah mencoba untuk menggambar sebuah gerakan, contohnya gambar
hewan yang kakinya digambar dengan pose yang menunjukkan bahwa hewan tersebut
seolah-olah bergerak dalam gua pada zaman paleolitikum. Salah satu cikal bakal
dari animasi adalah Wayang, dimana sudah ada di Indonesia pada abad ke 9.
Animasi pertama kali dibuat oleh Fady Saeed dari Mesir tahun 1756. Pada abad ke
17 sampai 19, peralatan-peralatan animasi sederhana telah ditemukan
sebelum munculnya proyektor film. Sejarah Film Animasi dimulai pada tahun 1890,
Film animasi yang pertama kali dibuat oleh Charles-Émile Reynaud, penemu
Praxinoscope, yaitu sebuah sistem gerakan yang menggunakan putaran dari 12 gambar.
Pada tanggal 18 Oktober 1892, di Musée Grévin di kota Paris, Perancis, beliau
memamerkan animasi dengan putaran dari 500 gambar..
C. Pengertian
Animasi Menurut Para Ahli
Beberapa
ahli pernah menjelaskan tentang pengertian animasi, diantaranya adalah:
1. Agus
Suheri
Menurut Agus
Suheri pengertian animasi adalah kumpulan dari gambar yang sudah diolah
sedemikian rupa sehingga dapat menghasilkan gerakan.
2. Ibiz
Fernandez
Menurut Ibiz
Fernandes pengertian animasi adalah sebuah proses merekam dan memainkan kembali
serankaian gambar statis untuk mendapatkan sebuah ilusi pergerakan.
D. Prinsip-Prinsip
Animasi
Setelah memahami pengertian
animasi, tentunya kita juga perlu mengetahui prinsip-prinsip animasi. Ada dua
belas prinsip animasi, diantaranya adalah:
1. Kemampuan Menggambar (solid drawing)
Solid drawing adalah kemampuan
individu dalam membuat gambar dengan baik dan benar, dan juga kemampuan dalam
mengkomposisikan gambar sehingga terlihat lebih nyata.
2. Menekan dan Melentur (Squash and Stretch)
Squash and Stretch adalah
membuat objek hidup ataupun objek mati terlihat seolah-olah nyata sehingga
terlihat bergerak secara realistis dan lebih hidup.
3.
Antisipasi (Anticipation)
Anticipation adalah membuat
gerakan pada sebuah objek secara berurutan sehingga penonton dapat memahami dan
menikmati animasi yang ditampilkan.
4.
Tata Gerak (Staging)
Staging adalah penataan gerak
dengan membuat ekspresi pada karakter atau objek dalam animasi sehingga
penonton lebih mudah mengenalinya.
5.
Straight Ahead and Pose to Pose
Ini adalah langkah seorang
animator bekerja, yaitu dengan terencana dalam membuat gambar, membuat gerakan
dan ukuran, yang dilakukan sejak awal membuat animasi.
6.
Gerakan Mengikuti
Ketika scene berhenti
bergerak, karakter tidak berhenti secara tiba-tiba. Ini membuat sebuah animasi
terlihat lebih realistis.
7.
Slow In and Slow Out
Ini adalah pengaturan staging
dan timing dari satu scene ke scene lainnya dalam sebuah animasi.
8.
Konstruksi Lengkung (Archs)
Membuat pergerakan tubuh
karakter/ objek animasi terlihat lebih smooth. Misalnya gerakan mahluk hidup
atau gerakan benda-benda dalam animasi terlihat lebih realistis.
9.
Penentuan Waktu (Timing)
Ini adalah penentuan waktu
yang tepat kapan suatu gerakan diberikan pada karakter/ objek dalam animasi
yang dibuat.
10. Gerakan Pendukung (Secondary Action)
Ini adalah membuat berbagai
gerakan pendukung untuk melengkapi karakter pada ekspresi ataupun aksi agar
terlihat lebih nyata.
11.
Melebihkan (Exaggeration)
Ini merupakan upaya membuat
suatu karakter terlihat lebih meyakinkan dalam aksinya, misalnya membuat sebuah
karakter menjadi lebih lucu.
12.
Daya Tarik (Appeal)
Ini merupakan kualitas dari
animasi dimana penonton dapat menikmati gambar yang memikat, desain yang bagus,
punya daya tarik, dan kelebihan lainnya.
E .Jenis-Jenis Animasi
Secara umum jenis animasi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Animasi Berdasarkan Bentuk Karakter
a. Stop
Motion Animation/ Claymation
Jenis animasi ini pertamakali
ditemukan oleh Blakton pada tahun 1906. Blakton memanfaatkan tanah liat (clay)
sebagai objek animasi.
Contoh film yang memakai
teknik animasi clay adalah film Chicken Run dan Shaun the sheep. Tentu saja
bahan yang digunakan bukanlah tanah liat biasa tapi palasticin, yaitu bahan
yang elastis/ lentur.

b. Animasi 2 Dimensi (2D)
Animasi 2D kita kenal dengan
kartun (cartoon), yaitu kumpulan gambar-gambar lucu dalam film animasi untuk
menghibur penonton. Beberapa contoh film kartun misalnya; Donal Bebek, Tom
& Jerry, dan lain-lain.

c. Animasi 3 Dimensi (3D)
Teknologi berperan besar bagi
kemajuan animasi, khususnya teknologi komputer. Animasi 3D adalah pengembangan
dari animasi 2D dimana objek dalam animasi menjadi terlihat lebih hidup.
Film-film animasi yang kita
lihat saat ini sudah menggunakan animasi 3D dan CGI (Computer Generated
Imagery). Misalnya; Finding Nemo, Toy Story, dan lain-lain.

d. Animasi Jepang (Anime)
Film animasi Jepang (anime)
sangat disukai berbagai kalangan di dunia dari segala usia. Beberapa anime
Jepang yang sangat populer misalnya One Piece, Slam Dunk, Naruto, dan
lain-lain.
2. Animasi Berdasarkan Teknik
Pembuatannya
a. Animasi Cell
Berasal dari kata “Celluloid”,
ini merupakan teknik membuat film animasi yang cukup populer. Animasi cell
biasanya merupakan lembaran-lembaran yang akan membentuk animasi tunggal. Jadi
masing-masing cel merupakan bagian terpisah. Misalnya objek dan latar
belakangnya terpisah, sehingga bisa bergerak secara mandiri.
b. Animasi Frame
Animasi frame adalah animasi
yang menggunakan rangkaian gambar yang ditunjukan secara bergantian. Contoh
sederhananya, seperti saat kita membuat gambar/ objek yang berbeda-beda pada
lembaran-lembaran buku, lalu membuka buku tersebut secara cepat dengan jari
maka gambar tersebut akan terlihat seolah-olah bergerak.
c. Animasi Sprite
Animasi sprite menggunakan
latar belakang diam lalu gambar digerakkan di bagian depan. Teknik ini adalah
bagian dari animasi yang bergerak secara mandiri, misalnya seperti burung
terbang, planet yang berotasi, bola yang memantul, logo yang berputar, dan lain-lain.
d. Animasi Path
Teknik animasi path adalah
animasi dengan menggerakkan obyek di sepanjang garis yang ditentukan sebagai
lintasan. Contohnya dalam pembuatan animasi kereta api, pesawat terbang,
lain-lain yang membutuhkan lintasan gerak tertentu.
e. Animasi Vektor
Teknik animasi vektor mirip
seperti animasi sprite, bedanya animasi sprite menggunakan bitmap sedangkan
animasi vektor menggunakan rumus matematika untuk menggambarkan sprite-nya.
f. Animasi Spline
Teknik animasi Spline
merupakan representasi matematis dari kurva, sehingga gerakan objek mengikuti
garis berbentuk lurus dan berbentuk kurva.
g. Animasi Karakter
Teknik animasi karakter
umumnya ada di film kartun dan juga pada film animasi 3D. Dalam animasi
karakter, semua bagian dalam animasi bergerak bersamaan namun karakter setiap
objek punya ciri dan gerakan yang berbeda.
Kesimpulan
Animasi
merupakan suatu teknik menampilkan gambar berurut sedemikian rupa sehingga
penonton merasakan adanya ilusi gerakan (motion) pada gambar yang ditampilkan.Animasi
memiliki banyak jenis , teknik pembuatan. Animasi pertama kali dibuat oleh Fady
Saeed dari Mesir tahun 1756. Pada abad ke 17 sampai 19, peralatan-peralatan
animasi sederhana telah ditemukan sebelum munculnya proyektor film.
Animasi memiliki beberapa jenis, yaitu : Animasi cel, Animasi Frame, Animasi
Sprite, Animasi Path, Animasi Spline, Animasi Vektor, Animasi Clay, Animasi
Karakter.
Animasi
pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai
kegiatan baik untuk kegiatan yang bersifat santai maupun serius, dari mulai
fungsi yang utama sampai fungsi tambahan atau hiasan.
F. Teori Desain Grafis
Desain
grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks
juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbolsimbol yang bisa
dibunyikan. Desain grafis diterapkan dalam desain komunikasi dan fine art.
Seperti jenis desain lainnya, desain grafis dapat merujuk kepada proses
pembuatan, metode merancang, produk yang dihasilkan atau pun disiplin ilmu yang
digunakan. Desain grafis adalah proses untuk menciptakan tampilan sebuah
publikasi, presentasi, atau di situs web yang menarik, dengan cara logis.
Ketika desain selesai maka menarik perhatian, menambah nilai, dan meningkatkan
minat audiens, simpel, terorganisir, memberikan penekanan selektif, dan menciptakan
kesatuan yang utuh. (Arwan, 2009)
B . Prinsip-Prinsip Desain Grafis
Dalam bekerja desainer grafis harus
mempertimbangkan berbagai prinsip demi mencapai hasil akhir yang baik.
Prinsip-prinsip desain yang akan dijelaskan di bawah ini bukanlah sebuah nilai
mati bahwa desain yang paling baik adalah seperti apa yang dikandung dalam
prinsip tersebut. Tetapi sekadar anjuran beginilah seharusnya desain yang.
Karena sesungguhnya tidak ada penilaian bagus atau jelek atas sebuah desain.
Semuanya itu tergantung selera desainer grafis, klien dan khalayak yang menjadi
sasaran pesan. Hal ini ditegaskan pakar desain grafis, Danton Sihombing dalam
majalah Cakram “Sihombing, Danton, Konsep Desain Grafis dalam Desain Publikasi,
Majalah Cakram, Mei, 2004″
C. Program Pengolah Grafik/Grafis
Oleh karena desain grafis dibagi
menjadi beberapa kategori maka sarana untuk mengolah pun berbeda-beda,
bergantung pada kebutuhan dan tujuan pembuatan karya.
1. Aplikasi Pengolah Tata Letak (Layout)
Program ini sering digunakan untuk
keperluan pembuatan brosur, pamflet, booklet, poster, dan lain yang sejenis.
Program ini mampu mengatur penempatan teks dan gambar yang diambil dari program
lain (seperti Adobe Photoshop). Yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. Adobe FrameMaker
b. Adobe In Design
c. Adobe PageMaker
d. Corel Ventura
e. Microsoft Publisher
f. Quark Xpress
2. Aplikasi Pengolah Vektor/Garis
Program yang termasuk dalam kelompok
ini dapat digunakan untuk membuat gambar dalam bentuk vektor/garis sehingga
sering disebut sebagai Illustrator Program. Seluruh objek yang dihasilkan
berupa kombinasi beberapa garis, baik berupa garis lurus maupun lengkung.
Aplikasi yang termasuk dalam kelompok ini adalah:
a. Adobe Illustrator
b. Beneba Canvas
c. CorelDraw
d. Macromedia Freehand
e. Metacreations Expression
f. Micrografx Designer
3. Aplikasi Pengolah Pixel/Gambar
Program yang termasuk dalam kelompok
ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah gambar/manipulasi foto (photo
retouching). Semu objek yang diolah dalam progam-program tersebut dianggap
sebagai kombinasi beberapa titik/pixel yang memiliki kerapatan dan warna tertentu,
misalnya, foto. Gambar dalam foto terbentuk dari beberapa kumpulan pixel yang
memiliki kerapatan dan warna tertentu. Meskipun begitu, program yang termasuk
dalam kelompok ini dapat juga mengolah teks dan garis, akan tetapi dianggap
sebagai kumpulan pixel. Objek yang diimpor dari program pengolah vektor/garis,
setelah diolah dengan program pengolah pixel/titik secara otomatis akan
dikonversikan menjadi bentuk pixel/titik. Yang termasuk dalam aplikasi ini
adalah:
a. Adobe Photoshop
b. Corel Photo Paint
c. Macromedia Xres
d. Metacreations Painter
e. Metacreations Live Picture
f. Micrografx Picture Publisher
g. Microsoft Photo Editor
h. QFX
i. Wright Image
j. Pixelmator
k. Manga studio
l. Gimp
4. Aplikasi Pengolah Film/Video
Program yang termasuk dalam kelompok
ini dapat dimanfaatkan untuk mengolah film dalam berbagai macam format.
Pemberian judul teks (seperti karaoke, teks terjemahan, dll) juga dapat diolah
menggunakan program ini. Umumnya, pemberian efek khusus (special effect)
seperti suara ledakan, desingan peluru, ombak, dan lain-lain juga dapat dibuat
menggunakan aplikasi ini. Yang termasuk dalam kategori ini adalah:
a. Adobe After Effect
b. Power Director
c. Show Biz DVD
d. Ulead Video Studio
e. Element Premier
f. Easy Media Creator
g. Pinnacle Studio Plus
h. WinDVD Creater
i. Nero Ultra Edition
j. Camtasia
5. Aplikasi Pengolah Multimedia
Program yang termasuk dalam kelompok
ini biasanya digunakan untuk membuat sebuah karya dalam bentuk Multimedia
berisi promosi, profil perusahaan, maupun yang sejenisnya dan dikemas dalam
bentuk CD maupun DVD. Multimedia tersebut dapat berisi film/movie, animasi,
teks, gambar, dan suara yang dirancan sedemikian rupa sehingga pesan yang
disampaikan lebih interktif dan menarik. Yang termasuk dalam kelompok ini
adalah:
a. Macromedia Authorware
b. Macromedia Director
c. Macromedia Flash
d. Multimedia Builder
e. Ezedia
f. Hyper Studio
g. Ovation Studio Pro
6. Pengolah 3 dimensi
a. Xara 3D
b. 3Ds Max
c. Houdini
d. Lightware
e. Blender
f. Pixar
g. Maya
h. Poser
i. AutoCad
Kesimpulan
Desain grafis atau Graphic Design.
Kata grafis menurut etimologi adalah berasal dari kata graphic
(bahasa Inggris) yang berasal dari bahasa Latin graphē (yang diadopsi kata
Yunani graphos), yang berarti menulis, menggores atau menggambar diatas batu.
Desain sendiri merupakan proses
pemikiran dan perasaan yang akan menciptakan sesuatu, dengan menggabungkan
fakta, konstruksi, fungsi dan estetika untuk memenuhi kebutuhan manusia atau
Desain grafis juga biasa diartikan suatu konsep pemecahan masalah rupa, warna,
bahan, teknik, biaya, guna dan pemakaian yang diungkapkan dalam gambar dan
bentuk.
Dalam desain grafis masalahnya
mencakup berbagai bidang seperti teknik perencanaan gambar, bentuk, simbol,
huruf, fotografi dan proses cetak disertai pula dengan pengetahuan tentang
bahan dan biaya. Tujuan desain grafis selain menciptakan desain atau perencanaan
fungsional estetis, namun juga yang informatif dan komunikatif dengan
masyarakat yang dilengkapi pula dengan pemahaman mengenai psikologi massa dan
teori-teori pemasaran, sehingga karya-karya desain grafis ini bisa merupakan
alat promosi yang ampuh.
Sumber :
Komentar
Posting Komentar